PAMEKASAN – Pengembangan Program Studi baru menjadi salah satu langkah Sekolah Tinggi Ilmu Syariah As-Salafiyah (STISA) Pamekasan dalam memperkuat peran Pendidikan Tinggi di Madura Khususnya Kabupaten Pamekasan.
Upaya tersebut dilakukan melalui pembukaan Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) yang telah memperoleh izin resmi penyelenggaraan.
Kehadiran Program Studi baru ini diharapkan mampu mendukung perkembangan Kampus STISA Pamekasan dalam mengabdi pada bangsa dan negara.
Baca Juga : Rakor Perdana Ketua STISA Pamekasan sebagai Komdika MUI Jawa Timur
Waka I STISA Pamekasan, Moh. Basri Qohir, SH. MH., selaku perwakilan STISA Pamekasan yang menerima SK Prodi PGMI mengatakan bahwa Program Studi tersebut menjadi bagian dari strategi pengembangan kampus dalam mendukung peningkatan sumber daya manusia di Kabupaten setempat khususnya, bahkan di Indonesia pada umumnya.
Menurutnya, pendidikan harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat saat ini.
“Penambahan Program Studi itu bagian dari pengembangan kelembagaan artinya institusi seperti perguruan tinggi tidak mungkin stagnan hanya ada prodi sesuai dengan izin operasional pertama,” terangnya.
Alumnus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut menambahkan, kampus yang berdiri di bawah naungan Yayasan As-Salafiyah Sumber Duko, Pakong, Pamekasan tersebut tidak serta merta mengambil langkah untuk menjalankan Prodi baru tersebut namun kajian mendalam serta survei terhadap masyarakat.
“Tantangan kita mengajukan prodi baru ini adalah mental, tapi kita mempunyai keyakinan bahwa prodi baru ini akan berdaya saing dan mampu berkompetisi iptek kita,” ujarnya.
Pihaknya menjelaskan, proses pengajuan Program Studi telah dipersiapkan sejak tahun lalu. Persiapan dilakukan melalui sejumlah tahapan untuk memastikan kesiapan akademik dan administrasi kampus.
Alhasil, SK ijin operasional Prodi PGMI ia terima pada 14 Mei 2026 di Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda’wah, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur.
“Alhamdulillah pada tanggal 14 Mei 2026 kami menerima SK operasionalnya di Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda’wah dari kementerian agama RI” ungkapnya.
Selanjutnya Basri berharap semakin banyak generasi muda memperoleh akses pendidikan tinggi di daerah sendiri.
Ia menegaskan bahwa kampus tempatnya mengabdi juga berkomitmen untuk terus menghadirkan program pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.
“Pesan saya kepada mahasiswa dan calon mahasiswa jangan hanya menopang nama besar perguruan tinggi tapi Besarkanlah nama perguruan tinggi itu, maka karir itu akan muncul disana,” tukasnya.
Reporter: Siti Nurhaliza (Mahasiswi HKI Semester 4)





