Pamekasan, 8 Juli 2026 – Kabar membanggakan datang dari Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STISA) As-Salafiyah Sumber Duko Pamekasan. Program Studi Hukum Keluarga Islam (Akhwal Syakhshiyah) secara resmi telah memperoleh peringkat terakreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan perolehan skor 288. Status ini tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 6951/SK/BAN-PTAk/S/VII/2026 yang diterbitkan pada hari ini, 8 Juli 2026.
Baca Juga : STISA Pamekasan Jalani Asesmen Lapangan Akreditasi Prodi Hukum Keluarga Islam
Capaian ini merupakan hasil dari proses Asesmen Lapangan (AL) yang telah dilaksanakan pada tanggal 19-20 Juni 2026 lalu. Dalam asesmen tersebut, tim asesor yang terdiri dari Prof. Dr. H. Akhmad Faozan, Lc., M.Ag., (UIN Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto) dan Prof. Dr. H. Zaki Mubarak, M.Si. (UIN Antasari Banjarmasin) melakukan verifikasi dan validasi secara mendalam terhadap seluruh komponen mutu program studi, mulai dari kurikulum, sumber daya manusia, sarana prasarana, hingga tata kelola dan luaran tridharma perguruan tinggi.
Skor 288 yang diraih menempatkan Prodi Hukum Keluarga Islam pada peringkat akreditasi yang sangat baik, sekaligus menjadi bukti nyata komitmen STISA Pamekasan dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi syariah yang berkualitas dan akuntabel. Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras seluruh sivitas akademika serta dukungan penuh dari Yayasan As-Salafiyah dan Pondok Pesantren As-Salafiyah Sumber Duko Pakong.
Komentar Resmi dari Jajaran Pimpinan STISA Pamekasan: Ketua STISA Pamekasan,
Dr. RKH. Ali Makki, M.Pd.I., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas capaian ini.
“Alhamdulillah, skor 288 ini adalah anugerah dan hasil kerja kolektif yang tidak ternilai. Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan pemangku kepentingan yang telah berkontribusi. Ini bukanlah tujuan akhir, melainkan titik awal untuk terus meningkatkan standar mutu kami. Ke depan, STISA akan semakin fokus pada penguatan kurikulum yang responsif, peningkatan kualifikasi dosen, dan pengabdian yang berdampak langsung pada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadikan capaian ini sebagai pijakan menuju keunggulan yang lebih tinggi, seraya tetap berpegang teguh pada nilai-nilai pesantren dan khazanah keilmuan Islam.”
Wakil Ketua I Bidang Akademik, Moh. Basri, S.H., M.H.,
juga memberikan tanggapannya dengan nada optimis dan penuh semangat perbaikan.
“Skor 288 adalah bukti bahwa kerja keras kita dalam mempersiapkan borang dan menjalani asesmen lapangan membuahkan hasil. Namun, yang lebih penting dari angka adalah bagaimana kita memaknai setiap catatan dan saran dari para asesor sebagai resep perbaikan. Kami di bidang akademik sudah menyusun peta jalan tindak lanjut, termasuk penyempurnaan kurikulum berbasis KKNI, peningkatan kualifikasi dosen melalui studi lanjut dan riset, serta revitalisasi layanan administrasi akademik. Mutu adalah proses tanpa titik akhir, dan kami akan terus berpacu untuk menjadikan Prodi Hukum Keluarga Islam sebagai program studi unggulan yang tidak hanya diakui secara nasional, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi umat dan bangsa.”
Wakil Ketua II Bidang Keuangan, Achmad Dlofirul Anam, S.H.I., M.H.,
menyoroti pentingnya keberlanjutan pendanaan untuk mendukung pencapaian mutu yang telah diraih.
“Capaian akreditasi ini adalah investasi berharga yang harus kita jaga bersama. Pengelolaan keuangan yang transparan, akuntabel, dan terencana akan menjadi kunci untuk memastikan seluruh program peningkatan mutu yang telah dirumuskan dapat terealisasi dengan baik. Kami akan mengalokasikan anggaran secara tepat sasaran, mulai dari pengembangan fasilitas pembelajaran, peningkatan kapasitas dosen, hingga hibah penelitian dan pengabdian masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dikelola benar-benar berdampak pada peningkatan layanan akademik dan kemaslahatan umat.”
Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama, Samsuri, S.E., M.H.,
menyatakan bahwa prestasi ini menjadi modal penting untuk memperluas jejaring dan peran alumni di masyarakat.
“Akreditasi dengan skor 288 adalah daya tarik tersendiri bagi calon mahasiswa dan mitra kerja sama. Kami di bidang kemahasiswaan dan alumni akan memanfaatkan capaian ini untuk memperkuat program pengembangan soft skill mahasiswa, memperluas kerja sama magang di berbagai lembaga peradilan dan praktik hukum, serta mengoptimalkan peran alumni sebagai duta STISA di tengah masyarakat. Kami ingin lulusan Prodi Hukum Keluarga Islam tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, jiwa kepemimpinan, dan kepedulian sosial yang tinggi. Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh mahasiswa dan alumni yang telah mendoakan dan menjadi bagian dari proses ini.”
Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Syamsul Arifin, S.H., M.H.,
menyampaikan bahwa capaian ini adalah hasil dari sistem penjaminan mutu yang berkelanjutan dan akan terus dievaluasi secara berkala.
“Kami di LPM memandang skor 288 sebagai cermin dari komitmen bersama dalam membangun budaya mutu di STISA. Proses asesmen bukanlah seremonial belaka, melainkan hasil dari pembinaan berkelanjutan yang dilakukan secara internal. Ke depan, kami akan terus melakukan evaluasi diri, audit internal secara rutin, dan memastikan bahwa setiap rekomendasi asesor ditindaklanjuti secara terukur. Budaya unggul yang dicanangkan Yayasan menjadi landasan utama dalam setiap langkah penjaminan mutu di STISA. Kami juga akan terus mendorong dosen untuk aktif dalam penelitian dan publikasi ilmiah guna memperkuat basis keilmuan program studi.”
Dengan diraihnya akreditasi ini, STISA Pamekasan semakin mengukuhkan eksistensinya sebagai salah satu pusat pendidikan tinggi syariah di Madura yang berkomitmen pada kualitas, inovasi, dan pelestarian nilai-nilai keislaman. Seluruh civitas akademika berharap capaian ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi terbaik bagi dunia pendidikan dan masyarakat.





