Pamekasan, 20 Juni 2026 – Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STISA) As Salafiyah Sumber Duko Pamekasan menggelar Asesmen Lapangan (AL) untuk akreditasi Program Studi Hukum Keluarga Islam (Akhwal Syakhshiyah) pada Jumat-Sabtu, 19-20 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di kampus setempat ini menghadirkan dua asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), yakni Prof. Dr. H. Akhmad Faozan, Lc., M.Ag., dari UIN Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto, dan Prof. Dr. H. Zaki Mubarak, M.Si., dari UIN Antasari Banjarmasin.

Baca Juga : Perkuat Pendidikan di Madura, STISA Pamekasan Buka Prodi Baru

Asesmen lapangan merupakan tahap verifikasi dan validasi data yang telah disampaikan dalam borang akreditasi. Seperti diungkapkan dalam berbagai kegiatan serupa, asesor akan melakukan pengecekan langsung secara Daring terhadap kecukupan sumber daya, dokumen pendukung, dan kesesuaian data di lapangan dengan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) .

Acara pembukaan berlangsung khidmat, Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Yayasan, KH. Achmad Mudatsir R., S.H., M.H., yang mewakili Ketua STISA Pamekasan yang sedang menjalankan ibadah di Mekkah. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim asesor yang telah berkenan memberi ilmu.

“Kami berharap asesmen ini menjadi momentum peningkatan kualitas, bukan sekadar formalitas administratif. Kami yakin seluruh civitas akademika STISA telah mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya,” ujar KH. Achmad Mudatsir Robi’.

Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam, Moh. Sa’i Affan, S.Sy., M.H., dan Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Syamsul Arifin, M.H., turut mendampingi jalannya asesmen. Keduanya menyatakan kesiapan penuh untuk memverifikasi seluruh data dan dokumen yang diminta oleh tim asesor.

“Kami telah mempersiapkan segala sesuatunya secara matang. Semoga hasil asesmen ini membawa berkah dan Prodi Hukum Keluarga Islam STISA Pamekasan dapat meraih predikat akreditasi yang maksimal,” harap Moh. Sa’i Affan.

Proses asesmen selama dua hari mencakup peninjauan terhadata secara daring dan live strieming  ke berbagai fasilitas penunjang, wawancara dengan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta alumni . Fokus penilaian meliputi aspek kurikulum, sumber daya manusia (dosen dan tenaga kependidikan), sarana prasarana, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola program studi .

Sementara itu, Wakil Ketua 1 Bidang Akademik, Moh. Basri, M.H., dalam penutupan merespon positif jalannya asesmen. Beliau menegaskan bahwa akreditasi bukanlah tujuan akhir, melainkan pintu masuk untuk membaca celah-celah kelemahan yang selama ini mungkin terlewatkan.

“Kami tidak datang ke meja asesmen ini dengan perasaan puas. Justru kami haus akan kritik membangun. Setiap catatan dari asesor — sekecil apa pun — akan kami tindaklanjuti dalam Rapat Kerja Akademik bulan depan, baik menyangkut penyempurnaan kurikulum berbasis KKNI, peningkatan kualifikasi dosen, hingga revitalisasi layanan administrasi akademik. Kami sudah menyiapkan action plan darurat dan jangka panjang, karena bagi kami, mutu adalah proses tanpa titik akhir,” tegasnya dengan nada optimis.

Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada tim asesor yang telah bersedia “menjadi cermin” bagi STISA. “Semoga hasil asesmen ini bukan sekadar skor, tapi peta jalan menuju perbaikan hakiki bagi Prodi Hukum Keluarga Islam,” pungkasnya.

Dengan digelarnya asesmen ini, STISA Pamekasan menunjukkan keseriusannya dalam menjaga dan meningkatkan mutu akademik. Hasil akhir dari asesmen ini akan sangat menentukan peringkat akreditasi Program Studi Hukum Keluarga Islam ke depan.

 

Penulis: Humas STISA Pamekasan

Leave a Comment