Pamekasan – Dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Tinggi Ilmu Syariah As Salafiyah (STISA) Sumber Duko Pamekasan, Zainal Arifin, M.Pd., dan Moh. Arief Hidayatullah tampil sebagai presenter dalam ajang bergengsi The 4th International Conference on Tarbiyah Studies (ICTIES) pada Sabtu, 25 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung melalui platform Zoom ini mengusung tema besar “Islamic Education Innovation for Peace and Sustainable Global Civilization” atau “Inovasi Pendidikan Islam untuk Perdamaian dan Peradaban Global yang Berkelanjutan” .
Baca Juga : Dorong Literasi dan Bakat Mahasiswa, STISA Pamekasan Kolaborasi dengan Media Nasional Setara ID
Zainal Arifin yang juga menjabat sebagai Koordinator Program Studi PAI di STISA Pamekasan mempresentasikan makalah berjudul “The Role of Kyai in Transmission of Knowledge in Madura in the Era of Artificial Intelligence (AI)” atau “Peran Kiai dalam Transmisi Pengetahuan di Madura pada Era Kecerdasan Buatan (AI)” .
Kehadiran Zainal Arifin sebagai presenter di konferensi internasional ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi STISA Pamekasan. Ketua STISA Pamekasan, Dr. KH. Ali Makki, M.Pd.I., memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih oleh dosen binaannya.
“Ini merupakan sebuah pencapaian yang membanggakan bagi keluarga besar STISA Pamekasan. Kemampuan Zainal Arifin untuk tampil di forum internasional dengan mengangkat isu strategis tentang peran kiai di tengah gempuran teknologi digital menunjukkan bahwa dosen kita memiliki kapasitas dan wawasan global. Tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan zaman, di mana peran tokoh agama tradisional seperti kiai harus terus beradaptasi tanpa kehilangan esensi keilmuannya,” ujar Dr. KH. Ali Makki, yang juga dikenal sebagai Pengasuh Pondok Pesantren As-Salafiyah Sumber Duko .
Senada dengan itu, Wakil Ketua Bidang Akademik (WK I) STISA Pamekasan, Moh. Basri, M.H., juga memberikan komentarnya. Menurutnya, partisipasi dalam konferensi internasional seperti ICTIES merupakan bagian penting dari upaya peningkatan kualitas akademik dan reputasi kampus di kancah nasional maupun internasional.
“Ini sejalan dengan visi STISA untuk terus mendorong para dosen dan mahasiswa agar aktif dalam kegiatan penelitian dan publikasi ilmiah. Topik yang diangkat oleh Koordinator Prodi PAI kita ini sangat menarik. Bagaimana kiai sebagai institusi sosial dan pendidikan di Madura bisa memainkan perannya di tengah arus digitalisasi yang begitu deras. Saya yakin, pemaparannya di forum internasional ini akan memberikan kontribusi pemikiran yang berharga,” ungkap Moh. Basri .
Keikutsertaan Zainal Arifin dalam konferensi ini juga mengukuhkan komitmen STISA Pamekasan dalam mendorong pengembangan studi-studi kontemporer yang berbasis pada kearifan lokal, sebagaimana tema yang diangkatnya tentang peran kiai di Madura.
Dalam forum tersebut turut hadir akademisi Nasional dan Internasional seperti Prof. Dr. Muhyar Fanani, M.Ag (UIN Walisongo Semarang), Prof. Dr. H. Zainddin Syarif, M.Ag (UIN Madura), Prof. Dr. Abdussalam Hamoud Ghaleb Al-Anesi (Raso University Uthopia), Prof. Dr. Adulwahab Abdullah Al-Maamari (Isra University Jordan), dan akademisi ternama lain.





