Pamekasan, 11 September 2026, pukul 08.30 WIB — Uswatun Hasanah, M.Pd (Dosen STISA Pamekasan) menyampaikan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak menghadapi berbagai tantangan di generasi sekarang. Hal tersebut disampaikannya dalam paparannya kepada para orang tua/wali santri PP Assalafiyah Sumber Duko, Pakong, Pamekasan.

Baca Juga : Dosen STISA Pamekasan Paparkan Peran Kiai di Era AI pada Konferensi Internasional

Dalam paparannya, Uswatun Hasanah menjelaskan bahwa setiap generasi memiliki karakter dan cara yang berbeda dalam menyikapi berbagai persoalan. Karena itu, pola pendekatan orang tua kepada anak juga perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman.

Menurutnya, generasi sekarang sangat membutuhkan afirmasi serta kedekatan secara mental dan personal dengan orang tua. Anak perlu terus merasakan bahwa dirinya dicintai, dihargai, diperhatikan, dan mendapatkan kasih sayang yang tidak pernah terputus dari orang tuanya.

“Anak-anak pada generasi sekarang membutuhkan orang tua yang hadir bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara mental dan personal. Mereka perlu merasa dicintai, dihargai, dan diyakinkan bahwa kasih sayang orang tua kepada mereka tidak pernah putus,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengajak para orang tua untuk tidak hanya menjalankan peran sebagai orang tua, tetapi juga menjadi teman dan sahabat bagi anak-anaknya. Kedekatan tersebut dinilai dapat memudahkan orang tua dalam memantau perkembangan anak sekaligus memberikan pendidikan dan arahan yang sesuai.

Menjadi teman dan sahabat, lanjutnya, bukan berarti menghilangkan batas dan kewibawaan sebagai orang tua. Sebaliknya, kedekatan tersebut menjadi jembatan agar anak merasa nyaman untuk bercerita, menyampaikan persoalan, serta menerima arahan dari orang tuanya.

Dalam paparannya, Uswatun Hasanah menekankan empat langkah penting yang dapat dilakukan orang tua dalam membangun kedekatan dengan anak, yaitu:

  1. Mendengarkan — memberikan ruang kepada anak untuk bercerita tanpa terburu-buru memotong, menghakimi, atau menyalahkan.
  2. Mengafirmasi — memberikan penguatan dan penghargaan terhadap keberanian anak dalam bercerita, termasuk dengan ungkapan sederhana seperti, “Terima kasih sudah mau cerita.”
  3. Mengarahkan — membantu anak memahami persoalan dan mengambil langkah yang tepat dengan pendekatan yang mendidik, bukan sekadar memarahi.
  4. Menyampaikan cinta — memastikan anak mengetahui bahwa apa pun yang terjadi, orang tua tetap menyayangi dan mendukungnya.

Empat langkah tersebut menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang sehat antara orang tua dan anak. Dengan komunikasi yang dekat dan penuh kasih sayang, orang tua diharapkan dapat lebih mudah mengetahui kondisi anak sekaligus memberikan perlindungan dari berbagai pengaruh negatif di lingkungan.

Uswatun Hasanah juga menegaskan bahwa kedekatan orang tua merupakan salah satu bentuk perlindungan bagi anak. Orang tua yang hadir, mau mendengarkan, memberikan afirmasi, mengarahkan, dan menyampaikan cinta akan membantu anak tumbuh dengan rasa aman sekaligus memiliki tempat untuk kembali ketika menghadapi persoalan.

Pesan tersebut sejalan dengan tema edukasi kepada orang tua/wali santri: “mencegah penipuan dan kekerasan terhadap anak”, sebagai upaya bersama mencegah pergaulan berisiko, kekerasan, dan pernikahan anak.

Leave a Comment