Pamekasan, Kedutaan Besar Republik Indonsia (KBRI) Kuala Lumpur Malaysia mengundang sejumlah kampus di Indonesia untuk melakukan Penandatangan Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) dengan Duta Besar, termasuk di dalamnya Sekolah Tinggi Ilmu Syariah As Salafiyah Sumber Duko Pamekasan Jawa Timur (STISA Pamekasan).
Baca Juga : STISA Pamekasan Jaring Mahasiswa Baru Pasca Dibukannya Program Studi Pendidikan Agama Islam
Undangan KBRI tersebut diterima oleh STISA Pamekasan pada 15 Agustus 2025 lalu. Melalui undangan tersebut, KBRI mengundang 84 kampus di Indonsia seperti Universitas Padjajaran, Universitas Pertanian Bogor, Universitas Pendidikan Indonesia, dan kampus ternama di Indonesia, sedangkan 4 kampus di antaranya dari kabupaten Pamekasan termasuk STISA Pamekasan.
Kabar gembira tersebut disambut dengan antusiasme tinggi oleh Ketua STISA Pamekasan, Dr. Ali Makki, S.Pd.I., M.Pd.I., yang rencananya akan menghadiri langsung kegiatan penandatangan tersebut.
“Saya sangat senang menyambut kabar bahagia ini, ini peluang strategis sebagai upaya memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat utamnya kelompok migran Indonesia di Malaysia”. Ungkapnya.
Baca Juga : Kementerian Agama Resmi Menyerahkan SK Prodi Baru STISA Pamekasan
Sebelumnya, bulan Mei 2025, Wakil Ketua Bidang Akademik (WK I) , Moh. Basri, M.H. di dampingi Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Alumni (WK III), Samsuri, S.E., M.H., dan Biro Kemahasiswaan, Zainudin, S.Kom. mengunjungin Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur di bawah Kedutaan Republik Indonesia yang diterima langsung oleh Ibu Friny Nafasti, S.Pd., M.Pd. dalam rangka menjajaki kemungkinan terjalinnya kerjasama tersebut.
“Alhamdulillah, kami sangat berterimakasih atas kesempatan besar dan respon KBRI Malaysia, semoga kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mendukung program internasionalisasi kampus, dan semoga terus berkembang”. Ungkap WK I.
Agenda penandatangan kerjasama tersebut direncanakan dihadiri langsung oleh Ketua STISA Pamekasan pada hari Selasa, 9 September 2025 di Malaysia.





