Pamekasan, 4 Desember 2025 – Sekolah Tinggi Ilmu Syariah As Salafiyah (STISA) Sumber Duko Pamekasan, Jawa Timur, menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dengan menugaskan para pimpinan kunci untuk mengikuti dan mengimplementasikan kebijakan terbaru pemerintah. Ketua STISA Pamekasan, Dr. Ali Makki, S.Pd.I., secara resmi menugaskan sejumlah pejabat inti untuk mengikuti kegiatan Sosialisasi Permendikbudristek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi.

Baca Juga : Aliansi Mahasiswa STISA Pamekasan Galang Dana untuk Korban Bencana Sumatera dan Aceh

Sosialisasi yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Lembaga Pendidikan Tinggi NU ini menghadirkan narasumber utama Dewan Eksekutif Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Prof. Slamet Wahyudi. Kegiatan berlangsung pada Rabu, 3 Desember 2025 pukul 13.00 WIB secara daring.

Para pejabat yang ditugaskan untuk mengikuti sosialisasi tersebut antara lain: Moh. Basri, S.H., M.H., sebagai Wakil Ketua I Bidang Akademik, Syaifurrahman, M.H., sebagai Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Lasan, S.H.I., M.HES., sebagai Ketua Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Moh. Sa’i Affan, S.Sy., M.H., sebagai Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam dan  Zainal Arifin, S.Pd., M.Pd., sebagai Sekretaris Program Studi Pendidikan Agama Islam.

Penugasan ini, menurut Dr. Ali Makki, merupakan langkah strategis untuk memastikan STISA Pamekasan tidak hanya memahami secara komprehensif aturan terbaru tentang penjaminan mutu, tetapi juga segera dapat merancang dan melaksanakan langkah-langkah operasional di tingkat program studi dan lembaga.

“Permendikbudristek No. 39 Tahun 2025 ini adalah panduan utama bagi perguruan tinggi untuk membangun sistem penjaminan mutu internal yang lebih robust dan berkelanjutan. Dengan mengutus pimpinan di level top management dan level prodi, kami berharap implementasinya bisa menyeluruh, cepat, dan tepat sasaran,” jelas Dr. Ali Makki melalui siaran persnya, Kamis (4/12/2025).

Sosialisasi yang digelar PBNU ini dinilai sangat tepat, mengingat STISA Pamekasan merupakan bagian dari jaringan pendidikan Nahdlatul Ulama. Keikutsertaan dalam forum ini juga menjadi ajang konsolidasi dan berbagi praktik baik dengan perguruan tinggi NU lain di seluruh Indonesia.

Moh. Basri, S.H., M.H., selaku Wakil Ketua I Bidang Akademik yang memimpin delegasi, menyatakan bahwa materi sosialisasi dari Prof. Slamet Wahyudi sangat memberikan kejelasan, terutama mengenai penekanan baru pada outcome-based education, siklus penjaminan mutu, dan peran serta tanggung jawab setiap unit kerja.

“Sosialisasi ini memberikan pencerahan hukum dan teknis. Sekarang tugas kami adalah menerjemahkannya ke dalam kebijakan akademik, kurikulum, dan sistem monitoring di STISA. LPM akan segera menyusun roadmap implementasi yang melibatkan semua prodi,” tambah Syaifurrahman, M.H., Kepala LPM STISA Pamekasan.

Diharapkan, dengan langkah proaktif ini, STISA Pamekasan dapat terus meningkatkan mutu penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi, memperkuat akreditasi institusi dan program studi, serta berkontribusi lebih besar dalam menghasilkan lulusan yang unggul dan berdaya saing, khususnya dalam bidang ilmu syariah yang menjadi khittahnya.

Leave a Comment